Renungan Minggu GKI Samanhudi

Menghadirkan Kasih Lewat Keramahtamahan

Apa rasanya jika saudara-saudara tidak dianggap ? coba kita bayangkan jika kita datang ke lingkungan yang baru namun tidak mendapatkan keramahan tentu kita akan merasakan sakit hati dan tersinggung. Dunia modern saat ini dipenuhi dengan orang tertutup dan penuh dengan kecurigaan, sehingga keramahtamahan menjadi hal yang jarang kita temui lagi.

Baru-baru ini sosial media digemparkan dengan curhatan pasien rumah sakit yang juga merupakan pasien BPJS. Seorang Pemuda yang bernama Yurizal Tri Chaerawan baru-baru ini meninggal, sebelum menghembuskan napas terakhirnya ia sempat curhat di platform Thread.

Isi cuitan Yurizal berisikan keluh kesahnya yang sudah 8 jam menunggu untuk mendapatkan ruangan rawat inap. Namun alih-alih mendapat simpati dari warganet, unggahan itu justru dibanjiri cemoohan sinis dari berbagai akun tenaga kesehatan (nakes). Hal ini memicu berbagai gelombang kritik terhadap profesionalisme dan etika komunikasi pelayan kesehatan. Nakes yang seharusnya menggambarkan pekerjaan yang penuh keramahan (hospitality) namun justru di kasus ini kita diperlihatkan sikap nirempati yang dilakukan oleh nakes.

Memang pekerjaan seseorang belum tentu menjamin sikap rendah hati dan keramahan. Namun, sebagai anak Tuhan kita diajak menjadi pribadi yang berbeda dengan apa yang dunia tawarkan. Keramahtamahan justru menjadi salah satu cara kita menghadirkan kasih yang nyata kepada sesama. Sebagai orang percaya yang hidup di tengah-tengah komunitas iman yakni gereja kita justru diajak untuk turut menghadirkan keramahtamahan yang tulus.

Kejadian 18:1-15 pernah menceritakan Abraham yang bertanggung jawab untuk menampilkan keramahtamahan terhadap tamunya yang datang. Dikatakan Abraham dengan sigap menyambut tamunya dan memberikan pelayanan yang terbaik yang bisa ia berikan yakni lewat pemberian air serta makanan contohnya. Lewat pelayanan yang terbaik yang Abram lakukan ia membuat tamunya merasakan kenyamanan dan merasakan kasih.

Sebagai gereja kita justru diajak untuk mengingat salah satu kalimat di pengakuan iman rasuli yakni gereja yang “am” artinya umum, tidak terbatas, terbuka. Kita diajak untuk menjadi komunitas yang tidak membatasi diri namun diajak untuk menjadi komunitas yang terbuka terhadap siapapun baik berbeda secara kesukuan, adat istiadat, kehidupan sosial-ekonomi. Marilah menampilkan keramahtamahan sebagai wujud nyata kasih terhadap Tuhan dan sesama, marilah memancarkan cahaya sukacita lewat setiap pelayanan yang kita lakukan.

Pnt. Abdi Sabda Winedar

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar