
Renungan Minggu GKI Samanhudi
Memainkan Peran Yang Baru
Dalam seni bermain peran, seorang aktor belajar keluar sejenak dari dirinya sendiri dan memasuki kehidupan seorang tokoh yang berbeda. Ia mungkin harus mengucapkan perkataan, menunjukkan emosi, atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan dirinya. Semua itu perlu dilakukan agar cerita dan pesan yang hendak disampaikan dapat hadir dengan baik. Sehingga tugasnya bukan hanya menghafalkan dialog, tetapi berusaha memahami tokoh yang sedang diperankannya.
Dalam kehidupan iman, Tuhan juga mempercayakan kepada kita berbagai peran: sebagai anak, orang tua, sahabat, rekan kerja, pelayan Tuhan, maupun anggota jemaat. Tidak semuanya mudah dijalani. Ada kalanya kita berhadapan dengan emosi yang begitu meluap-luap. Amarah yang sulit dikontrol, luka yang membuat kita sulit mengampuni orang lain, perasaan ingin menyerah ketika menghadapi tekanan hidup. Ada bagian-bagian kehidupan yang membuat kita sadar bahwa cara hidup kita yang lama tidak lagi cukup.
Paulus mengingatkan jemaat di Efesus untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. “yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibarui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus 4:22-24). Kehidupan baru ini bukanlah sesuatu yang selesai dalam satu malam.
Tuhan terus membentuk kita semakin serupa dengan Kristus. “Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya” (2 Kor. 3:18).
Menjadi manusia baru bukan berarti kita harus berpura-pura menjadi seseorang yang lebih baik. Kita tidak sedang berusaha menjadi layak di hadapan Tuhan melalui perubahan diri kita. Justru karena Kristus telah lebih dahulu menebus kita, kita dimampukan untuk meninggalkan manusia lama dan hidup dalam identitas yang baru. Anugerah bukan hanya mengampuni kita dari kehidupan yang lama, tetapi juga memampukan kita untuk terus bertumbuh.
Mungkin pertumbuhan itu tidak selalu terlihat besar. Bisa jadi hari ini kita hanya sedikit lebih sabar, sedikit lebih mudah mengampuni, atau sedikit lebih cepat menyadari kesalahan. Namun perubahan kecil sekalipun dapat menjadi bagian dari pekerjaan Tuhan yang sedang berlangsung dalam diri kita.
Maka, kita tidak perlu berkecil hati ketika merasa belum menjadi seperti yang kita harapkan. Kita memang belum selesai. Bahkan mungkin, sampai akhir hidup kita pun tidak akan pernah selesai. Tetapi kita juga tidak lagi sama seperti yang dulu. Tuhan sedang bekerja, sedikit demi sedikit, hari demi hari. Dan Dia yang telah memulai pekerjaan baik itu akan meneruskannya sampai pada akhirnya (Flp. 1:6). Dan dalam proses itu, kita boleh percaya bahwa Dia yang telah memanggil dan menebus kita juga akan terus memampukan kita menjalani kehidupan baru yang Ia percayakan.
TPG Madeline Tioria
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
Memainkan Peran yang Baru
Sang Konduktor
Satu Tubuh Dalam Kristus

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
