Renungan Minggu GKI Samanhudi

Satu Tubuh Dalam Kristus

Mana yang lebih suka anda lakukan? Lebih banyak didengar, atau lebih suka mendengarkan orang lain? Lebih suka jika pendapat anda yang dihargai dan dipahami, sehingga merasa terganggu dengan perbedaan cara berpikir orang lain? Atau justru senang menyimak dan mencoba memahami suara yang berbeda?

Pada minggu ini, melalui suasana kebaktian, kita diajak melihat salah satu kekayaan budaya Afrika. Salah satu hal yang dapat kita temukan dalam banyak tradisi musik Afrika adalah kuatnya unsur kebersamaan:  ada suara yang menjawab suara lain, ada ritme yang saling mengisi, dan ada ruang bagi banyak orang untuk mengambil bagian.

Ada satu hal sederhana yang bisa kita pelajari dari gambaran itu:  kebersamaan tidak berarti semua orang harus menghasilkan suara yang sama. Kebersamaan berarti kita belajar mendengarkan suara yang lain.  Hal ini mengingatkan kita pada perkataan Paulus dalam Roma 12:4-5: “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain”

Rasul Paulus menggambarkan jemaat sebagai satu tubuh dengan banyak anggota. Kita satu tubuh, tetapi tidak semuanya memiliki tugas yang sama. Artinya, Tuhan memang tidak menciptakan kita untuk menjadi sama. Ada orang yang pandai berbicara, ada yang lebih pandai menyimak dan mengerjakannya. Ada yang suka memimpin, ada yang lebih nyaman mendukung dari belakang layar. Ada yang cepat mengambil keputusan, ada yang teliti mempertimbangkan semuanya.  Dan semuanya dibutuhkan.

Yang menjadi masalah adalah ketika kita ingin semua orang bekerja, berpikir, bahkan menyembah Tuhan dengan cara yang sama seperti kita. Padahal sejak awal, Tuhan menunjukkan bahwa keberagaman adalah bagian dari kekayaan ciptaan-Nya. Kita melihat bahwa manusia dari berbagai tempat memiliki bahasa, budaya, musik, dan cara mengekspresikan imannya yang berbeda-beda. Bukan untuk menentukan mana yang paling baik. Tetapi untuk membuka mata kita dan berkata:“Tuhan, ternyata karya-Mu jauh lebih luas daripada yang selama ini aku kenal.”

Lalu apa artinya bagi kita? Mungkin dari hal sederhana: mari belajar untuk lebih banyak memberi ruang. Di keluarga, mungkin berarti belajar mendengarkan pasangan sebelum menjawab. Di dalam pekerjaan, belajar menghargai cara orang lain menyelesaikan sesuatu. Di dalam gereja, belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang ide kita yang terlaksana.

Dan ketika kita bertemu dengan seseorang yang berbeda dari kita, mungkin kita tidak harus langsung mengubahnya menjadi seperti kita. Mungkin kita cukup mulai dengan bertanya:“Apa yang bisa aku pelajari darinya?” karena kita adalah satu tubuh. Dan tubuh tidak menjadi kuat karena semua bagiannya sama, tetapi karena setiap bagian menjalankan perannya dan saling melengkapi.

Minggu ini kita menikmati warna dan ritme Afrika. Tetapi lebih dari itu, kiranya kita pulang dengan satu pelajaran: Tuhan tidak meminta kita menjadi sama. Tuhan mengajar kita untuk hidup bersama. Banyak suara, banyak budaya, dan beragam cara menyembah. Tetapi satu Tuhan, dan kita semua adalah bagian dari tubuh-Nya.

TPG Florence R.R. Hasibuan

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar