Renungan Minggu GKI Samanhudi

SANG KONDUKTOR

Dalam sebuah ibadah, biasanya ada paduan suara dan kelompok musik yang bertugas. Banyak orang dengan suara, alat musik, kemampuan, dan karakter yang berbeda berkumpul untuk memainkan satu musik yang sama. Tentu, menyatukan pikiran bukanlah hal yang mudah. Setiap orang memiliki bagiannya masing-masing. Ada yang memainkan melodi, ada yang mengisi harmoni, ada yang hanya masuk pada bagian tertentu.

Karena itu, dibutuhkan seseorang yang mengkoordinir agar semuanya dapat berjalan dengan harmonis dan teratur. Seorang konduktor  membantu setiap pemain mengetahui kapan harus masuk, kapan harus  berhenti, kapan harus bermain lembut, dan kapan harus memberi ruang  bagi yang lain.

Bukankah hidup kita juga demikian? Hidup terdiri dari begitu banyak bagian. Ada pekerjaan, keluarga, pelayanan, pertemanan, rencana, harapan, juga berbagai kejadian yang tidak pernah kita duga  sebelumnya. Kita menjalani satu demi satu bagian tersebut, sering kali tanpa mengetahui bagaimana semuanya akan terhubung pada akhirnya. Amsal 16:9 berkata, “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” Kita membuat rencana.

Kita memilih dan berusaha melakukan yang terbaik. Namun tidak dapat  dipungkiri, ada begitu banyak hal yang berada di luar kendali kita. Di sanalah kita belajar tentang penyertaan dan providensia Allah. Bahwa Ia bukan hanya hadir dalam hidup kita, tetapi juga memelihara dan menuntun seluruh perjalanan hidup kita menurut kehendak-Nya.

Seorang pemain musik tidak selalu dapat mendengar keseluruhan musik ketika ia sedang memainkan bagiannya. Ia hanya melihat not-not yang ada di hadapannya. Ia mungkin tidak mengerti mengapa ada jeda yang panjang, mengapa bagiannya harus dimainkan dengan lembut, atau mengapa ia harus menunggu sebelum kembali masuk.

Demikian juga kita. Ada bagian-bagian dalam hidup yang tidak segera kita mengerti. Ada doa yang belum dijawab, rencana yang berubah, kehilangan yang tidak kita harapkan, atau jalan yang ternyata berbeda dari apa yang sudah kita bayangkan. Meski demikian, keterbatasan kita dalam melihat keseluruhan cerita bukan berarti Tuhan kehilangan kendali atas cerita itu. Karena itu, hidup bersama Tuhan bukan berarti kita akan selalu memahami setiap nada yang dimainkan. Mungkin saat ini kita hanya sedang memainkan satu bagian dari sebuah karya yang jauh lebih besar.

Disinilah peran iman. Iman justru mengajak kita untuk tetap percaya ketika kita belum dapat mendengar keseluruhannya. Kita melakukan bagian kita dengan setia, sambil mempercayakan bagian-bagian yang tidak kita mengerti kepada Sang Konduktor. Seperti dalam sebuah kelompok musik, kita belajar bahwa hidup ini bukan tentang memainkan suara kita sendiri sekeras mungkin. Kita perlu belajar mendengar. Ada saatnya kita bersuara, ada saatnya kita memberi ruang. Ada waktunya kita berjalan di depan, ada waktunya kita menunggu. Sebab kita tidak sedang memainkan musik kita masing-masing. Kita sedang mengambil bagian dalam karya yang Tuhan kerjakan.

Maka hari ini, mari kita memainkan bagian yang Tuhan percayakan kepada kita dengan setia. Dan ketika kita tidak mengerti ke mana musik ini akan membawa kita, kiranya kita tetap belajar mempercayai Sang Konduktor. Sebab Ia melihat dan merancang jauh melampaui kemampuan kita.

TPG Madeline Tioria

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar