Renungan Minggu GKI Samanhudi

Pemeliharaan Tuhan

Tidak ada yang abadi ! setiap hal yang berada di sekitar kita tentu memiliki umur atau waktu pakainya. Umur atau waktu pakai suatu barang juga turut beragam, ada yang mungkin bertahan beberapa bulan ada juga yang mungkin bertahan sampai bertahun-tahun. Contoh barang mati adalah seperti telefon genggam, biasanya umur telefon genggam dapat bertahan sekitar 5-7 tahun pemakaian. Hal yang membuat umur pakainya menjadi panjang adalah pemeliharaan pemakaian barangnya.

Semakin dijaga dan berhati-hati dalam memakai telefon genggamnya maka seharusnya semakin awet barangnya. Hal ini juga sama untuk barang yang lebih besar misalnya mobil, semakin sering suatu mobil diganti oli dan rajin di-service maka umur mobil bisa semakin panjang walaupun pemakaiannya sudah menempuh ratusan ribu kilometer.

Dalam menjaga dan merawat sesuatu itu bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan pengorbanan seperti waktu, usaha, dan tentunya kasih sayang. Layaknya merawat benda mati atau benda hidup seperti binatang peliharaan dan tanaman tentu dibutuhkan pengorbanan waktu, usaha, dan kasih sayang supaya hidupnya dan barang yang dijaga semakin panjang umurnya.

Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan, manusia-pun juga membutuhkan perawatan dan penjagaan bukan hanya dari sesama namun juga datang dari pada Tuhan. Kota Yerusalem pada tahun 586 SM pernah mengalami kehancuran oleh bangsa Babilonia. Kitab Ratapan yang dituliskan oleh nabi Yeremia berisikan puisi-puisi ratapan atau kesedihan yang mendalam tentang kehancuran Yerusalem. Banyak orang pada saat itu dikalahkan dan dibawa dijadikan tawanan ke Babilonia.

Banyak orang merasakan penderitaan, penyesalan, dan merasa dirinya dibuang oleh Allah yang meninggalkan mereka. Kalau kita melihat dari sudut pandang yang lebih luas justru Allah tidak pernah meninggalkan mereka, Allah Justru sedang memelihara mereka. Kok bisa memelihara tapi dalam keadaan penderitaan? Kisah pembuangan ke Babel sendiri adalah bentuk hukuman dan cara Tuhan mengajarkan kedisiplinan kepada umatnya pada saat itu. Hukuman Tuhan bukan berarti Tuhan tidak sayang, namun hal itu dipakai Tuhan untuk menyatakan usaha dan kasih sayangnya dalam memelihara bangsa Israel.

Nabi Yeremia yang menuliskan kitab Ratapan menyadari akan hal itu, nabi Yeremia justru hendak mengajak para pembaca kitab ratapan untuk tetap berpengharapan pada Tuhan meski ditengah penderitaan. Nabi Yeremia menyadari bahwa kasih setia Tuhan tak akan berkesudahan bagi setiap orang yang datang mencarinya (Ratapan 3:25 “TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia”). Kasih setia Tuhan inilah yang turut memelihara dan menjaga umat Tuhan.

Memang pencobaan dan penderitaan tidak akan pernah habis dalam kehidupan kita. Namun satu hal yang pasti adalah Allah tidak pernah meninggalkan kita. Roma 12:12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” Kita justru diajak untuk memelihara relasi yang intim dengan Tuhan lewat doa, sehingga ketika kita diperhadapkan dengan pencobaan dan penderitaan di masa yang akan datang kita akan lebih kuat dan siap karena kita yakin bahwa ada kekuatan dari Tuhan yang menguatkan. Lihatlah pencobaan dan penderitaan bukan sebagai beban namun kita lihat sebagai cara Tuhan yang sedang memelihara dan merawat setiap umatnya dengan kasih.

Pnt. Abdi Sabda Winedar

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar