Renungan Minggu GKI Samanhudi

GRIT

Angela Duckworth, profesor psikologi dari Universitas Pennsylvania, menulis buku yang sangat luar biasa berdasarkan pengalamannya dan kemudian dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan. Buku itu diberi judul Grit. Hanya satu kata, namun mengandung kekuatan dan kedalaman makna. Grit dapat dipahami dalam dua kata, hasrat (passion) dan ketekunan (perseverance). Boleh juga dipahami sebagai keberanian atau ketangguhan dalam mencintai dan tekun terhadap yang diperjuangkan. Jika Grit diupayakan maka seseorang mengalami apa yang disebut Duckworth sebagai kesuksesan. Hal-hal inilah yang dibicarakan di sepanjang 333 halaman buku ini. Duckworth mengawali Grit dengan kisahnya sendiri saat selalu diremehkan oleh sang ayah. Ia dan saudara-saudaranya dianggap tidak sejenius Einstein.

Suatu waktu, Duckworth mendapat penghargaan dari McArthur Fellowship, sebuah penghargaan bergengsi dalam bidangnya. Lewat penghargaan itu Duckworth ingin membuktikan kepada sang ayah bahwa ia tidak sepintar teman-temannya di kelas saat sekolah; tidak sejenius mereka apalagi Einstein. Namun ia mencintai apa yang dikerjakannya. Baginya itu sebuah panggilan (calling) sehingga ia terus menantang dirinya setiap hari. Ia mungkin tidak secerdas yang lain, namun ia lebih tangguh, lebih tekun, lebih berani dari mereka. Bagi seorang Angela Duckworth, Grit (hasrat, ketekunan, keberanian) lebih berarti ketimbang sekedar bakat.

Ada empat hal yang diajukan Angela Duckworth untuk mengukur apakah seseorang memilikiGritatau tidak. Pertama, ketertarikan (interest). Hasrat pada hakekatnya diawali dengan mencintai apa yang kita lakukan. Tentu saja hal ini terjadi oleh karena ketertarikan pada apa yang dikerjakan. Motonya adalah “saya mencintai apa yang saya lakukan”. Kedua, terus berlatih (practice). Salah satu bentuk ketekunan adalah disiplin diri untuk terus melakukan yang lebih baik dari hari kemarin. Mengerjakan sesuatu dengan fokus, sepenuh hati dan terus berusaha menjauhkan diri dari ketakutan. Melatih diri untuk terus melakukan yang terbaik. Jika jatuh, maka bangunlah dan lakukan dengan lebih baik lagi dari sebelumnya. Ketiga, tujuan (purpose). Ketertarikan pada sesuatu tanpa tujuan rasanya hampir mustahil dapat bertahan.

Oleh karena itu Grit yang ada dalam diri seseorang menuntunnya tidak saja mencintai apa yang dikerjakan, namun juga menyatu untuk menghadirkan kebaikan bagi orang lain/berdampak positif. Keempat, harapan (hope). Ketekunan itu muncul karena ada harapan yang menuntun. Artinya, seseorang terus tekun sebab memiliki pengharapan untuk lebih baik di masa depan.

Melalui karyanya, Duckworth hendak menolong orang lain bagaimana menguasai diri dan membentuk pola pikir (mind set) untuk mencapai sesuatu yang berdampak positif baik bagi diri maupun orang lain. Pola pikir yang keliru bedampak buruk, sebaliknya pola pikir baik dan positif membawa kebaikan bagi diri pun orang lain.

Dalam hal pembentukan pola pikir, jauh sebelum Duckworth berpikir tentang Grit, Paulus telah mengajar jemaat di Filipi, “…Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8). Inilah cara Paulus mendorong pola pikir positif jemaat di Filipi dalam berimankan Kristus.

Kata-kata itu disampaikan untuk meneguhkan jemaat yang sedang putus asa karena hukuman Paulus yang lama; benih perpecahan yang mulai masuk dalam persekutuan; dan ketidaksetiaan yang selalu ada dalam gereja. Ia menghendaki pola pikir yang baik, membawa pada ketekunan iman dalam terang pengharapan akan Kristus. Angela Duckworth mungkin tidak pernah berpikir akan menjadi seorang profesor ketika sang ayah meganggapnya tidak sejenius Einstein.

Namun ia memutuskan untuk tidak meghidupi kata-kata sang ayah. Ia memasukan ke dalam pikirannya semua yang baik. Ia memiliki harapan untuk menjadi lebih baik. Harapan itu membuatnya tekun dan mencintai setiap hal yang dikerjakan. Dalam pola pikir yang baik, cintai apa yang dikerjakan dan kerjakanlah apa yang dicintai!

Pdt. Semuel Akihary

* Angela Duckworth. Grit: The Power of Passion and Perseverance. London: Vermilion, 2016.

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar