
Renungan Minggu GKI Samanhudi
SEBAB ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN
“Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.”
Doa Bapa Kami ditutup dengan sebuah pengakuan iman yang agung. Setelah membawa setiap permohonan kepada Allah, Yesus mengajarkan agar kita mengakhiri doa dengan mengarahkan kembali pandangan kepada Allah sendiri. Fokus doa bukan lagi pada kebutuhan manusia, melainkan pada kebesaran Dia yang mendengar setiap doa.
Dalam bahasa Yunani, kata sambung kai (“dan”) muncul berulang: “kerajaan dan kuasa dan kemuliaan.” Pengulangan ini bukan sekadar menyusun tiga sifat Allah dalam sebuah daftar. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Allah memiliki kerajaan, kuasa, dan kemuliaan secara utuh. Kerajaan-Nya tidak berdiri tanpa kuasa untuk memerintah, kuasa-Nya tidak pernah dipakai tanpa kemuliaan yang menyatakan kekudusan-Nya, dan kemuliaan-Nya tidak terlepas dari pemerintahan-Nya atas seluruh ciptaan.
Pengakuan ini mengubah cara kita memandang doa. Kita tidak datang kepada Allah untuk membujuk-Nya memenuhi keinginan kita, melainkan datang kepada Raja semesta yang memerintah dengan kuasa dan kasih yang sempurna. Karena kerajaan adalah milik-Nya, Ia berdaulat atas sejarah, bangsa-bangsa, gereja, keluarga, bahkan kehidupan setiap anakNya. Karena kuasa adalah milik-Nya, tidak ada persoalan yang berada di luar kendali-Nya. Dan karena kemuliaan adalah milik-Nya, setiap karya yang dilakukan-Nya selalu menyatakan kekudusan, kebaikan, dan kebesaran-Nya.
Pengakuan ini juga menjadi jawaban atas kecemasan manusia. Kita sering merasa hidup ditentukan oleh keadaan ekonomi, keputusan manusia, atau masa depan yang tidak pasti. Namun, doa yang diajarkan Yesus mengingatkan bahwa di atas segala sesuatu ada Allah yang tetap memerintah. Dunia dapat berubah, kekuasaan manusia silih berganti, tetapi kerajaan Allah tidak pernah terguncang. Kuasa-Nya tidak berkurang, dan kemuliaan-Nya tidak pernah pudar.
Karena itu, doa selalu berakhir dengan penyembahan. Kita menyerahkan seluruh permohonan yang telah kita naikkan kepada Allah yang berdaulat. Kita percaya bahwa Bapa yang telah kita sapa di awal doa adalah Raja yang memegang seluruh kehidupan di dalam tangan-Nya. Ia mendengar doa anak-anak-Nya bukan karena mereka layak, melainkan karena kasih-Nya yang besar dan pemerintahan-Nya yang sempurna.
Setiap kali kita mengucapkan, “Sebab Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan,” kita sedang mengingatkan diri bahwa hidup ini pada akhirnya bukan berpusat pada manusia, melainkan pada Allah. Dialah awal dari doa kita, penopang setiap langkah kita, dan tujuan akhir dari seluruh kehidupan kita. Kepada-Nyalah segala hormat, kepercayaan, dan pengharapan kita arahkan, sekarang dan sampai selama-lamanya. Apakah doa-doa kita masih berpusat pada keinginan kita, ataukah semakin membawa kita untuk memuliakan Allah sebagai Raja atas seluruh hidup kita?
Pdt. Peter Abet Nego
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
SEBAB ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN
JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN
BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
