
Renungan Minggu GKI Samanhudi
BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI
“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami.” (Matius 6:11)
Di dalam Doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan sebuah permohonan yang sangat sederhana: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami.” Sekilas, ayat ini sering dipahami sebagai doa agar Tuhan memberikan “makanan yang secukupnya”. Pemahaman itu tentu tidak keliru. Namun, jika kita memperhatikan bahasa aslinya, penekanannya bukan terutama pada ukuran “cukup”, melainkan pada kebutuhan yang Allah sediakan bagi kehidupan kita setiap hari.
Kata “cukup” sering kali bersifat relatif. Bagi seseorang, hidup berkecukupan berarti memiliki rumah sederhana dan makanan di meja. Bagi orang lain, kata “cukup” dapat berarti memiliki tabungan besar, kendaraan baru, atau berbagai kenyamanan hidup. Ukuran manusia tentang kecukupan terus berubah mengikuti keadaan dan keinginan hati.
Yesus justru mengarahkan perhatian kita kepada sesuatu yang lebih mendasar. Kita diajak datang kepada Bapa untuk memohon apa yang benar-benar kita perlukan pada hari ini. Seperti seorang ayah yang mengenal kebutuhan anak-anaknya, demikian pula Allah mengetahui apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita memintanya. Karena itu, doa ini bukan sekadar permohonan akan makanan, melainkan sebuah pengakuan bahwa hidup kita bergantung sepenuhnya kepada pemeliharaan Bapa.
Ungkapan “pada hari ini” juga mengingatkan umat Israel ketika Allah memberikan manna di padang gurun. Mereka menerima makanan setiap hari dan tidak diperkenankan mengumpulkannya untuk memuaskan rasa aman mereka sendiri. Allah sedang mengajar umat-Nya untuk hidup dari hari ke hari dengan mempercayai pemeliharaan-Nya.
Demikian pula Yesus mengajar murid-murid-Nya agar tidak dikuasai kecemasan tentang hari esok, melainkan belajar percaya bahwa Bapa akan tetap memelihara mereka. Doa ini sekaligus mengoreksi kecenderungan hati manusia yang sering kali lebih sibuk mengejar keinginan daripada mengenali kebutuhan.
Kita mudah meminta apa yang kita inginkan, tetapi lupa bersyukur atas apa yang telah Allah sediakan. Padahal, Bapa yang di surga tidak pernah lalai memelihara anak-anak-Nya. Ia mengetahui kebutuhan jasmani, emosi, relasi, bahkan kebutuhan rohani kita. Terkadang, yang paling kita perlukan bukanlah bertambahnya harta, melainkan kekuatan untuk menjalani hari, hikmat dalam mengambil keputusan, atau damai sejahtera di tengah pergumulan.
Setiap kali kita mengucapkan, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami,” kita sedang menyatakan bahwa hidup ini bukan ditopang oleh kemampuan kita semata, melainkan oleh pemeliharaan Allah dari hari ke hari. Bapa yang mengasihi kita tidak selalu memberikan semua yang kita inginkan, tetapi Ia tidak pernah gagal menyediakan apa yang sungguh kita butuhkan untuk menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dalam doa-doa kita, apakah kita lebih banyak mengejar keinginan pribadi, ataukah belajar mempercayakan kebutuhan hidup kita kepada pemeliharaan Bapa?
Pdt. Peter Abet Nego
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI
BAPA KAMI YANG DI SURGA
Bukan Ketundukan Brutal

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
