0e66a282-fa62-4a03-9b9f-f9805b704cc4

Renungan Minggu GKI Samanhudi

Bersama Allah Melewati Kabut Kehidupan

Kabut, membuat orang sulit melihat. Semua tampak kabur. Boro-boro melihat keindahan sekitar, kita bahkan tidak tahu situasi seperti apa yang menanti di depan mata. Apakah di depan jalannya aman? Apakah kita berjalan ke arah yang tepat? Bahaya apa yang dihadapi? Kita tidak sepenuhnya bisa melihat dengan jelas. Kita tidak benar-benar tahu apa yang mengelilingi kita. Semua terselimuti dan tertutup. Apa yang akan kita lakukan ketika berada di tengah kabut? Jika kita memutuskan untuk terus berjalan tanpa tahu apa yang ada di depan mata, hal itu bisa benarbenar membahayakan kita. Kita membutuhkan waktu untuk berhenti; tidak memaksakan diri untuk terus berjalan dalam ketidaktahuan di tengah tebalnya kabut. Di tengah ketidakpastian yang ada. Tapi sampai kapan kita berhenti? Sampai kabut benar-benar hilang? Apa yang harus kita lakukan?

Dalam keseharian yang dijalani, kita pasti pernah merasakan kabut kehidupan. Kabut kehidupan bisa muncul dalam berbagai cara, entah pergumulan yang tak kunjung usai, masuk ke dalam fase kehidupan yang benar-benar baru dengan proses adaptasi yang nggak mudah, masalah yang berat, kehilangan hal yang berharga, hancurnya usaha, kesehatan yang semakin merosot, dan lain sebagainya. Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang penuh dengan ketidakjelasan atau berbagai kemungkinan. Nyatanya kita memang selalu diperhadapkan pada misteri kehidupan yang mengandung bahaya, tetapi juga sukacita dan pengharapan.

Panggilan agar Abram pergi ke tempat yang ditunjukkan Allah bukanlah hal yang mudah. Ia harus melepaskan kenyamanan, kepastian, dan kestabilan hidup yang selama ini dimilikinya menuju ke tempat yang benar-benar belum jelas dengan segala kemungkinan yang ada. Namun di tengah itu semua, Ia tetap berangkat dengan hati percaya yang penuh karena ia tahu pasti siapa Allah yang memanggil dan akan memimpinnya. Itu yang membuatnya bisa berjalan dan berproses di tengah “kabut” dengan baik. Proses pembelajaran Abram yang tidak melulu menyenangkan, membuat ia bisa melihat jelas; sedikit demi sedikit menembus kabut dan benar-benar memahami rancangan Allah dalam hidupnya.

Bijaksana dalam menilai situasi, menentukan kapan harus melangkah, dan tahu betul siapa yang pegang kendali hidup kita menjadi kunci penting menghadapi kabut. Selain itu terkadang kita juga membutuhkan bantuan lain untuk bisa menghadapi situasi yang berkabut; entah itu keberadaan teman seperjalanan, penunjuk arah, bantuan orang lain, atau bahkan lampu yang tepat. Kabut memang bisa membuat orang tidak berdaya dalam ketidakpastian. Tapi kalau kita memilih untuk terus bertahan, percaya diri kalau kita tidak sendirian, melangkah sedikit demi sedikit, membuka diri pada bantuan dan saling membantu, berusaha memahami situasi, menjaga pikiran dan batin tetap tenang, waras, waspada, dan optimis, maka akan ada masa dimana kabut menipis dan hilang. Perlahan-lahan membuat kita melihat kenyataan dengan lebih  jelas; sebuah keindahan. Dalam situasi kehidupan yang berkabut pun Tuhan hadir. Oleh karena itu hadapilah dengan tenang bersama Tuhan.

Bisa jadi, ia menyediakan jalan-jalan yang kita tidak duga sebelumnya untuk menghadapi situasi yang berkabut. Tetaplah berpengharapan dan melangkah bersama Tuhan di tengah ketidakpastian hidup, karena Ia adalah kepastian yang menjamin hidupmu.

Pdt. Maria W. Sindhu

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar