Renungan Minggu GKI Samanhudi

JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN

“Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.” (Matius 6:13)

Sekilas, permohonan ini dapat menimbulkan pertanyaan: apakah Allah membawa manusia kepada pencobaan? Tentu tidak. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Allah tidak mencobai siapa pun untuk berbuat jahat (Yak. 1:13). Karena itu, kita perlu memahami dengan saksama apa yang dimaksud Yesus ketika mengajarkan doa ini.

Dalam bahasa Yunani, kata yang dipakai memiliki arti “membawa masuk”, “mengantar”, atau “memimpin”. Dengan demikian, inti doa ini bukanlah tuduhan bahwa Allah mencobai manusia, melainkan permohonan agar Allah memimpin langkah hidup kita sehingga kita tidak memasuki jalan yang membawa kepada kejatuhan. Kita sedang memohon, “Bapa, tuntunlah kami. Jangan biarkan kami berjalan mengikuti arah kami sendiri hingga akhirnya kami terjerumus.”

Permohonan ini lahir dari kesadaran bahwa sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan. Kita tidak selalu mampu membedakan jalan yang benar dengan jalan yang tampak baik tetapi berakhir dalam kehancuran. Banyak pencobaan tidak datang secara tiba-tiba. Sering kali semuanya dimulai dari langkah-langkah kecil: sebuah kompromi, sebuah kesombongan, sebuah keinginan yang dibiarkan bertumbuh tanpa dikendalikan. Karena itu, Yesus mengajarkan agar kita memohon pimpinan Bapa sebelum kita memasuki situasi-situasi tersebut.

Gambaran seorang ayah dalam budaya Yahudi sangat menolong kita memahami doa ini. Seorang ayah yang berjalan bersama anaknya akan memilih jalan yang aman. Ketika melihat jurang, jalan licin, atau bahaya di depan, ia akan mengarahkan anaknya ke jalan yang lain. Sang anak mungkin tidak mengerti alasan perubahan arah itu, tetapi ia mempercayai bahwa ayahnya melihat lebih jauh daripada dirinya.

Demikian pula Bapa di surga. Ia melihat apa yang tidak dapat kita lihat. Dalam kasih-Nya, Ia menuntun langkah kita menjauhi jalan yang dapat menghancurkan iman dan kehidupan kita. Karena itu, kehidupan doa bukan sekadar memohon pertolongan setelah kita jatuh, tetapi juga memohon pimpinan sebelum kita melangkah.

Doa ini mengajarkan kerendahan hati. Kita mengakui bahwa kita tidak cukup kuat mengandalkan hikmat sendiri. Kita membutuhkan Bapa untuk memimpin setiap keputusan, relasi, pekerjaan, dan setiap langkah kehidupan kita.

Setiap kali kita mengucapkan, “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,” kita sedang menyerahkan arah hidup kita kepada Bapa yang mengenal jalan di depan. Kita percaya bahwa pimpinan-Nya selalu lebih aman daripada pilihan kita sendiri. Sebab Bapa yang mengasihi anak-anak-Nya bukan hanya menyediakan kebutuhan mereka, tetapi juga menuntun mereka tetap berjalan di jalan yang membawa kepada kehidupan.

Dalam mengambil keputusan-keputusan penting, apakah kita lebih mengandalkan penilaian kita sendiri, ataukah terlebih dahulu mencari pimpinan Bapa melalui doa dan firman-Nya?

Pdt. Peter Abet Nego

 

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar