
Renungan Minggu GKI Samanhudi
Kemurahan Hati Merajut Relasi
Lebah terkenal sebagai serangga sosial. Mereka selalu siap sedia memberi makan sesama lebah, bahkan lebah dari koloni lain. Lebah pekerja memberi makan ratu lebah yang tidak bisa mencari makan sendiri. Mereka memberi makan lebah jantan yang sedang aktif di sarang. Mereka tentu juga memberi makan anak-anak lebah. Naluri saling memberi makan ini melandasi tatanan kehidupan lebah. Berefleksi dari lebah yang mau berbagi satu dengan yang lain, sebagai salah satu bentuk kemurahan. Bagaimana dengan kita sebagai manusia yang adalah makhluk sosial terlebih kita sebagai pengikut Kristus, apakahjuga senantiasa menyatakan kemurahan hati?
Ada aneka pertimbangan untuk menyatakan kemurahan “saya masih banyak pergumulan, masalah, urusan”, “Kalau saya menyatakan kemurahan hati saya apakah nantinya ketika saya susah juga dibantu?”, “Saya masih banyak tanggungan”, “Saya masih kekurangan”. Pertimbangan-pertimbangan ini dapat menghambat untuk menyatakan kemurahan hati. Akhirnya lebih mementingkan diri kita sendiri dan tidak menunjukkan empati kita.
Murah hati adalah kemampuan untuk menempatkan diri benar-benar di dalam diri pribadi orang lain sehingga kita dapat melihat segala sesuatu dengan mata orang lain tersebut, memikirkan sesuatu dengan pikirannya dan merasakan sesuatu dengan perasaannya. Lalu dari murah hati ini nyatalah perbuatan baik dalam perilaku terhadap sesama.
Dalam Matius 5:7 dituliskan : Orang yang murah hatinya adalah orang berbahagia karena akan beroleh kemurahan. Kristus menyebut mereka berbahagia. Walaupun saat kita menyatakan kemurahan hati kita ada sesuatu yang berkurang dalam diri kita tetapi ada sukacita yang bertambah ketika melihat orang lain bersyukur atas pertolongan yang ia dapatkan.
Sukacita bertambah ketika melihat orang lain tertawa atau menangis terharu sebab bisa bebas dari penderitaan/persoalan yang dihadapinya. Kita akan berbahagia saat menjadi alat demi kebaikan orang lain. Salah satu kesukaan hati yang paling murni dan sempurna di dunia ini adalah berbuat baik. Di dalam kata-kata berbahagialah orang yang murah hatinya, tercakup ucapan Kristus, yang tidak kita temukan dalam keempat Injil, bahwa adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.
Ketika kita menyatakan kemurahan hati kita maka kita sedang merajut relasi. Sebab, kemurahan hati adalah hasrat yang didorong oleh belas kasihan untuk melakukan sesuatu pada sesama. Kemurahan hati adalah ekspresi dari hati yang mengasihi yang lain. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk membangun kesadaran bahwa setiap hal yang kita punya adalah pemberian Allah. Kesadaran itu merupakan awal untuk bisa bermurah hati. Membiasakan diri bermurah hati adalah upaya untuk semakin berbuah di dalam Kristus dengan tindakan kasih. Kesadaran bahwa Allah yang akan memelihara dan mencukupkan kebutuhan kita akan mempermudah kita untuk mengulurkan tangan bagi sesama yang menderita dan membutuhkan pertolongan dari kita.
Marilah kita mewujudkan kasih Kristus bagi mereka yang membutuhkan selagi masih ada kesempatan. Selagi kita masih dipercayakan untuk mengecap kehidupan dan menikmati berkat-berkat-Nya, berupayalah untuk menjadikan diri sebagai saluran berkat bagi sesama. Jangan tunda lagi, di sekelilingmu ada begitu banyak orang yang rindu merasakan berkat Tuhan melalui kehidupanmu!
Kemurahan hati adalah wujud iman kepada Kristus dan kepedulian terhadap sesama.
Kemurahan hati juga wujud syukur atas anugrah Allah sekaligus ciri seorang pengikut Kristus.
Pdt. Kristina Simaremare
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
Kemurahan Hati Merajut Relasi
Kesadaran Batin
“Let Them, Let God”

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
