
Renungan Minggu GKI Samanhudi
Ketika Hati Merasa Haus
Suatu hari seorang teman bercerita bahwa ia tiba-tiba tergerak untuk menelepon temannya yang sudah lama tidak ia hubungi. Ia hanya ingin menanyakan kabar. Mereka berbicara cukup lama, dan percakapan itu terasa hangat dan melegakan.
Menjelang akhir percakapan, temannya berkata pelan bahwa telepon itu datang pada saat yang sangat dibutuhkan. Ia sedang merasa sangat tertekan dan hampir mengambil keputusan yang keliru. Teman yang menelepon itu baru menyadari bahwa sebuah percakapan sederhana dapat menjadi seperti air yang menyegarkan bagi hati yang haus. Dari pengalaman kecil seperti itu kita belajar bahwa hati manusia juga bisa merasa haus.
Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan jawaban panjang, melainkan kehadiran yang menunjukkan bahwa ia tidak sendirian. Kehadiran yang sederhana sering menjadi seperti seteguk air bagi hati yang sedang letih dan kering.
Akhir-akhir ini kita sering mendengar orang berbicara tentang kesehatan mental. Banyak orang menyadari bahwa bukan hanya tubuh yang bisa lelah, tetapi hati juga bisa menjadi letih dan kering. Kita bisa hidup di tengah banyak orang dan menjalani kesibukan sehari-hari, tetapi tetap ada saat-saat ketika hati terasa berjalan sendirian. Dalam keadaan seperti itu, kita sering menyadari betapa kita membutuhkan kehadiran yang dapat menenangkan hati kita.
Firman Tuhan pada Minggu Pra-Paskah ini berbicara tentang dahaga manusia yang seperti itu. Dahaga bukan hanya tentang kekurangan air. Kadang Tuhan menyegarkan hidup kita melalui perjumpaan sederhana, tetapi Ia sendiri adalah sumber kesegaran yang sejati.
Dalam Injil Yohanes 4 diceritakan bahwa Yesus bertemu dengan seorang perempuan Samaria di tepi sumur. Ia datang mengambil air seperti biasa, mungkin hanya memikirkan kebutuhan hari itu. Namun Yesus melihat dahaga yang lebih dalam di dalam dirinya. Ia mengajaknya berbicara dan berkata bahwa siapa yang minum air yang diberikan-Nya tidak akan haus lagi.
Perempuan itu mengalami sesuatu yang sederhana tetapi mendalam: ia merasa dilihat, dikenal, dan tidak ditolak. Di dalam perjumpaan itu ia menemukan ketenangan yang mungkin sudah lama hilang dari hidupnya. Yesus mengetahui hidupnya, tetapi tetap mendekatinya. Dari perjumpaan itu lahir relasi yang memulihkan dan menyegarkan hatinya.
Pengalaman itu mengingatkan kita pada perjalanan umat Israel dalam Keluaran 17. Di padang gurun mereka kehabisan air dan mulai bertanya dengan gelisah, “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?” Tuhan menjawab pertanyaan itu bukan dengan kata-kata panjang, melainkan dengan air yang mengalir dari batu. Di tempat yang tampaknya kering sekalipun Tuhan menunjukkan bahwa Ia tetap hadir menyertai umatNya.
Mazmur 95 mengingatkan kita untuk tidak menutup hati ketika Tuhan berbicara kepada kita. Rasul Paulus juga menegaskan bahwa kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita. Karena itu kita tidak berjalan sendirian.
Memasuki Minggu-minggu Pra-Paskah, kita diajak menata kembali hubungan kita dengan Tuhan. Pra-Paskah adalah masa untuk kembali mendekat kepada-Nya dan membuka hati bagi kasih-Nya. Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk percaya kepada-Nya, tetapi juga mendekati kita dan menyegarkan hati kita yang haus.
Memulai minggu yang baru ini, mungkin kita membawa berbagai kesibukan dan pergumulan. Tidak selalu kita menemukan orang yang dapat memahami isi hati kita sepenuhnya. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa Tuhan melihat dahaga hati kita. Ia mendekati kita seperti Yesus yang duduk di tepi sumur dan berbicara dengan perempuan Samaria.
Kita boleh datang kepada-Nya dengan hati yang apa adanya. Di dalam Dia, hati yang lelah dan kering menemukan kesegaran kembali. Tuhanlah yang menyegarkan hati kita dan memberi kekuatan untuk melangkah kembali. Perjalanan iman masih berlanjut, dan Tuhan berjalan bersama kita.
Bapak Ruddy Koesnadi
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
Ketika Hati Merasa Haus
Berjalan Tanpa Kepastian
Sejauh Timur dari Barat

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
