
Renungan Minggu GKI Samanhudi
Sejauh Timur Dari Barat
Sejauh timur dari barat Engkau membuang dosaku.
Tiada Kau ingat lagi kesalahanku.
Jauh ke dalam tubir laut Kau melemparkan dosaku.
Tiada Kau perhitungkan pelanggaranku.
Penggalan lagu yang populer dinyanyikan Nikita sejak tahun 2001 ini mengingatkan kita pada Mazmur 103:12 “ … sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari kita pelanggaran kita.” Itulah Allah yang kaya rahmat, yang kita alami anugerah-Nya dalam Kristus Yesus. Kita dapat menemukan banyak pesan ini dalam kitab Injil.
Pada suatu waktu seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah dibawa kepada Yesus. Mereka yang membawanya mengatakan, sesuai hukum Musa perempuan itu harus dilempari batu. Lalu Yesus memberi kesempatan kepada mereka yang merasa tidak berdosa untuk melempari perempuan itu dengan batu. Alih-alih mengambil batu dan melemparkannya kepada perempuan itu, para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu satu persatu pergi meninggalkan Yesus dan perempuan itu. “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi.” Demikian kata Yesus kepada perempuan itu.
Cerita ini dikisahkan dalam Yohanes 8:3-11. Cerita lain lagi dikisahkan dalam Lukas 19:1-10. Yesus melihat seorang kepala pemungut cukai di atas pohon ara yang dilewatinya. Zakheus, demikian nama orang itu, karena pekerjaannya, di mata masyarakat Yahudi adalah orang berdosa yang tidak layak diterima dalam komunitas orang-orang pilihan. Namun Yesus justru menyapanya dan mau datang ke rumahnya. Kata-Nya, “Zakheus, turunlah, hari ini aku harus menumpang di rumahmu. Penerimaan Yesus direspon Zakheus dengan memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat sekiranya ada orang yang diperasnya.
Pada waktu lain lagi, Yesus duduk dan makan bersama para pemungut cukai dan orang berdosa. Orang Farisi yang melihatnya lalu mempertanyakan dan mengkritik Yesus. Kata Yesus kepada mereka, “Aku datang bukan untuk memangggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Matius 9:13).
Cerita-cerita itu memperlihatkan sosok Yesus, Tuhan yang penuh kasih. Kristus adalah Allah yang kaya dengan Rahmat, demikian kata Paulus dalam Efesus 2:4. Tak soal berapa banyakpun kesalahan kita dan berapa besarnyapun dosa dan pelanggaran kita, kasih dan rahmat-Nya melampaui semua itu. Tuhan adalah Allah yang tidak menghitunghitung kesalahan dan dosa kita. Walau kesalahan kita banyak dan dosa kita bahkan tak terhitung, namun asalkan datang dalam penyesalan dan pertobatan, serta menyerahkan diri kepada kasih dan anugerah Tuhan, Ia mengampuni kita. Dalam Yesaya 1:18 tertulis, “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”. Betapa bersyukurnya kita karena Allah dalam Kristus Yesus adalah Allah yang kaya dengan rahmat, yang tidak memperhitungkan dosa kita, yang menjauhkan pelanggaan kita sejauh timur dari barat. Lalu, apa selanjutnya? Kata Yesus …..“Pergilah dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi.” Setidak-tidaknya, mulai sekarang, belajarlah untuk jangan berbuat dosa lagi.
Pdt. Frida Situmorang
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
Sejauh Timur dari Barat
Karena Cinta
Hidup Berdampak

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
