pexels-pixabay-414837

Renungan Minggu GKI Samanhudi

Ketika Mata Mulai Melihat

Kadang kita mengalami dua macam kegelapan. Yang pertama adalah kegelapan yang sederhana. Suatu malam listrik di rumah padam. Semua ruangan menjadi gelap. Kita berjalan perlahan sambil meraba-raba dinding, takut tersandung kursi atau meja. Ruang yang biasanya kita kenal terasa asing. Kita tidak tahu harus melangkah dengan aman.

Lalu listrik menyala kembali. Seketika semuanya tampak jelas. Kita baru sadar: jalan itu sebenarnya sudah ada sejak tadi. Kita hanya tidak dapat melihatnya. Tetapi ada juga kegelapan yang lain — kegelapan zaman sekarang. Kita hidup dalam terang layar. Dari pagi sampai malam kita melihat berita dan menerima banyak pesan. Banyak hal tampak jelas di depan mata, tetapi hati sering lebih bingung.

Mungkin inilah kegelapan masa kini: bukan karena terang tidak ada, tetapi karena mata kita belum melihat dengan terang yang benar, dan hati kita belum belajar memahaminya. Bacaan Injil hari ini menceritakan seorang yang buta sejak lahir (Yohanes 9:1–41). Ia tidak pernah melihat terang dunia. Namun Yesus datang dan membuka matanya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia melihat terang.

Yang mengejutkan, bukan hanya orang buta itu yang perlu belajar melihat. Orang-orang yang matanya sehat pun belum tentu melihat dengan benar. Mereka melihat peristiwa itu, tetapi tidak mengenali karya Tuhan.

Yang buta akhirnya melihat terang. Yang melihat belum tentu mengerti. Ada mata yang tidak melihat, tetapi ada juga hati yang belum terbuka. Dalam bacaan Perjanjian Lama kita melihat Samuel hampir salah memilih raja. Ia melihat Eliab yang tampak pantas, tetapi Tuhan berkata bahwa manusia melihat apa yang di depan mata, sedangkan Tuhan melihat hati.

Samuel akhirnya belajar melihat dengan cara yang baru dan menemukan Daud yang sebelumnya tidak diperhitungkan orang (1 Samuel 16:7). Bacaan surat Efesus mengingatkan bahwa dahulu kita hidup dalam kegelapan, tetapi sekarang kita dipanggil hidup sebagai anak-anak terang (Efesus 5:8). Terang Tuhan bukan hanya membuat kita melihat jalan, tetapi juga mengubah cara kita hidup.

Sering kita baru mengerti setelah waktu berlalu. Seorang teman pernah bercerita bahwa beberapa tahun lalu ia kecewa karena rencananya tidak berhasil. Ia merasa Tuhan menutup jalan. Tetapi kemudian ia menyadari bahwa kegagalan itu justru membawanya ke tempat yang lebih baik. Ia berkata dengan tenang, “Waktu itu saya tidak melihat apa-apa. Sekarang baru saya mengerti.”

Minggu-minggu ini kita seperti diajak berjalan bersama Tuhan. Kita belajar berjalan tanpa banyak kepastian. Kita belajar membawa hati yang haus kepada-Nya. Dan hari ini kita belajar melihat terang-Nya. Kita belajar satu hal lagi. Tuhan tidak hanya menuntun kita, Ia juga membuka mata kita sedikit demi sedikit.

Melampaui kegelapan tidak berarti semua persoalan hilang. Kita mungkin tetap berjalan dalam lembah kekelaman seperti dikatakan Mazmur 23. Tetapi Tuhan menyertai dan menuntun kita sampai akhirnya kita melihat terang-Nya.

Mungkin saat ini masih ada bagian hidup kita yang terasa gelap. Kita belum melihat jalan keluar. Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa terang-Nya akan membuka mata kita pada waktunya. Perlahanlahan mata kita mulai melihat. Dan ketika mata mulai melihat, kita menyadari bahwa Tuhan sudah menuntun kita sejak semula.

Perjalanan iman belum selesai. Setelah kita mulai melihat terang-Nya, kita masih akan belajar percaya bahkan ketika hidup membawa kita pada pengalaman kehilangan. Tuhan yang membuka mata kita akan tetap menyertai langkah kita. Mungkin kita belum melihat seluruh jalan Tuhan. Namun kita boleh percaya bahwa Tuhan belum selesai bekerja.

Kiranya mata hati kita semakin terbuka untuk melihat jalan Tuhan, dan langkah kita semakin teguh mengikuti terang-Nya.

Bapak Ruddy Koesnadi

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar