
Renungan Minggu GKI Samanhudi
Ketika Kehilangan Datang
Minggu ini kita baru saja melewati dua perayaan besar. Tanggal 19 Maret saudara-saudara kita yang beragama Hindu merayakan Nyepi. Selama satu hari suasana menjadi sunyi. Aktivitas berhenti. Orang berdiam diri. Dalam keheningan itu orang diajak melihat kembali hidupnya dan menyiapkan langkah yang baru. Kadang dalam diam orang menemukan harapan baru.
Dua hari kemudian, tanggal 21 Maret, saudara-saudara kita yang beragama Islam merayakan Idul Fitri. Orang saling berkunjung dan saling memaafkan. Banyak orang merasakan kelegaan karena beban lama dilepaskan dan hubungan dipulihkan. Orang merasa hidup seperti diberi kesempatan untuk mulai lagi.
Dalam minggu-minggu ini firman Tuhan mengajak kita berjalan bersama-Nya. Kita belajar percaya meskipun hidup tidak selalu pasti. Kita belajar membawa hati yang letih kepada Tuhan. Perlahan kita mulai melihat terang-Nya. Perjalanan iman masih berlanjut. Hari ini kita diajak melangkah satu tahap lagi: ketika kehilangan datang.
Hampir setiap orang pernah mengalami kehilangan. Ada yang kehilangan orang yang dikasihi, kesehatan, pekerjaan, atau rencana hidup yang tidak terwujud. Ada juga kehilangan yang tidak terlihat orang lain — kehilangan semangat atau harapan. Kadang kehilangan datang perlahan, kadang tiba-tiba. Pada saat-saat seperti itu hidup dapat terasa seperti berhenti sejenak. Jalan yang biasanya terasa jelas menjadi kabur dan kita tidak selalu tahu bagaimana harus melangkah.
Dalam bacaan Yehezkiel diceritakan sebuah lembah penuh tulang-tulang kering. Tulang-tulang itu sangat kering, tanda bahwa hidup sudah lama berlalu. Bangsa Israel berkata, “Pengharapan kami sudah lenyap.” Mereka merasa hidup mereka seperti sudah berakhir. Namun Tuhan melihat sesuatu yang tidak mereka lihat. Tuhan berkata bahwa Ia akan memberi roh kehidupan kepada tulang-tulang itu. Apa yang tampak mati dapat hidup kembali di tangan Tuhan.
Bacaan Injil juga membawa kita ke rumah Marta dan Maria. Mereka kehilangan Lazarus. Ketika Yesus datang, Lazarus sudah berada di dalam kubur dan semua orang merasa sudah terlambat. Namun Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup.” Lalu Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur. Di tempat yang paling gelap sekalipun, Tuhan tetap bekerja.
Kehilangan bukan akhir cerita. Tuhan masih bekerja dalam hidup kita. Sering kita baru mengerti setelah waktu berlalu. Ada pengalaman yang dulu terasa seperti jalan tertutup, tetapi kemudian menjadi jalan yang baru. Pada waktu itu kita tidak melihat apa-apa. Sekarang kita menyadari Tuhan sedang menuntun kita.
Ada masa ketika pekerjaan terasa sangat berat. Saya pernah hampir kehilangan harapan ketika menghadapi persoalan yang tampaknya tanpa jalan keluar. Dalam suatu renungan saya mendengar kalimat sederhana: “Setiap orang ditempatkan Allah di suatu tempat bukan tanpa tujuan.” Kalimat itu terus teringat. Perlahan saya mulai melihat bahwa kehadiran kita di suatu tempat bukan kebetulan. Kadang maksud Tuhan baru kita mengerti setelah waktu berlalu.
Melampaui kehilangan bukan berarti kesedihan langsung hilang. Kehilangan tetap nyata. Yesus sendiri menangis di depan kubur Lazarus. Tuhan mengerti air mata manusia. Namun Roh Tuhan sanggup menghidupkan kembali apa yang terasa kering. Ia membuka jalan ketika kita merasa tidak ada jalan dan menuntun kita melangkah sedikit demi sedikit. Mungkin saat ini masih ada bagian hidup kita yang terasa seperti lembah yang kering. Kita belum melihat bagaimana semuanya akan berakhir.
Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa Tuhan belum selesai bekerja. Perjalanan iman masih berlanjut. Tuhan yang menuntun kita dalam ketidakpastian, yang menyegarkan hati kita yang haus, dan yang membuka mata kita untuk melihat terang-Nya, adalah Tuhan yang sama yang menyertai kita ketika kehilangan datang. Dan ketika kita melangkah memasuki minggu yang baru, kita percaya bahwa Tuhan yang menuntun perjalanan kita akan tetap menyertai langkah kita.
Bpk Ruddy Koesnadi
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
Ketika Kehilangan Datang
Ketika Mata Mulai Melihat
Ketika Hati Merasa Haus

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
