
Renungan Minggu GKI Samanhudi
Keluarga Yang Mengejar Kristus
Apa yang sedang dikejar oleh keluarga kita? Bisa jadi, Ayah mengejar target pekerjaan. Ibu mengejar kebutuhan rumah tangga. Anak-anak mengejar nilai, prestasi, dan masa depan. Semua itu tentu tidak salah tetapi hari ini kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: “Di tengah semua yang sedang kita kejar, apakah keluarga kita sedang mengejar Kristus?” Sebab ada keluarga yang berhasil mengejar banyak hal, tetapi kehilangan arah rohaninya. Ada keluarga yang semakin mapan secara ekonomi, tetapi semakin jauh dalam doa. Ada keluarga yang semakin sibuk membangun masa depan anak-anak, tetapi lupa membangun iman mereka.
Paulus dalam Filipi 3 memberikan kesaksian yang sangat menarik. Ia memiliki banyak alasan untuk berbangga: keturunan, pendidikan, status keagamaan, prestasi, dan kehidupan yang dianggap benar menurut hukum Taurat tetapi kemudian Paulus berkata bahwa semua yang dahulu dianggapnya sebagai keuntungan, sekarang ia anggap sebagai kerugian karena pengenalan akan Kristus. la mengajarkan bahwa semua prestasi lahiriah tidak ada artinya dibandingkan pengenalan akan Kristus.Keluarga yang mengejar Kristus bukan keluarga yang mengejar kesempurnaan, melainkan keluarga yang terus mengarahkan hidupnya kepada Kristus, mengandalkan anugerah-Nya, dan bertumbuh bersama sampai garis akhir. Karena itu, hari ini kita belajar dari Paulus: apa artinya bagi sebuah keluarga untuk menjadikan Kristus sebagai tujuan utama hidupnya?
Keluarga yang Mengejar Kristus bersedia untuk :
- Melepaskan kebanggaan yang salah — Filipi 3:4b–8
Paulus memulai dengan menyebut berbagai hal yang dahulu menjadi kebanggaannya. Ia berkata bahwa kalau ada orang yang merasa dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, ia lebih lagi. Paulus memiliki latar belakang yang luar biasa: disunat pada hari kedelapan, orang Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, seorang Farisi, sangat giat, bahkan dalam hal kebenaran menurut hukum Taurat, ia tidak bercacat. Kalau menggunakan istilah zaman sekarang, Paulus mempunyai “prestasi rohani” yang sangat lengkap. Ia memiliki identitas, keturunan, pendidikan, reputasi, dan prestasi tetapi kemudian terjadi perubahan besar. Filipi 3:7 mengatakan: “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.” Apa yang terjadi? Paulus tidak mengatakan bahwa semua yang pernah dimilikinya itu buruk. Dulu hal-hal tersebut menjadi dasar kebanggaannya. Sekarang Kristus menjadi pusat kebanggaannya.
- Mengenal Kristus lebih dalam — Filipi 3:8–11
Keluarga yang mengejar Kristus membangun kehidupan yang berpusat pada pengenalan akan Tuhan. “Keluarga yang mengejar Kristus membangun kehidupan yang berpusat pada pengenalan akan Tuhan.” Setelah Paulus melepaskan kebanggaannya, ia mengatakan sesuatu yang sangat kuat: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia…” (Filipi 3:10). Mengenal Kristus bukan sekadar mengetahui tentang Kristus. Mengenal Kristus berarti bersedia dibentuk oleh Kristus. Keluarga yang mengenal Kristus akan semakin belajar: mengampuni, bersabar, rendah hati, jujur, melayani, mengasihi, dan mengutamakan Tuhan.
- Terus maju menuju tujuan — Filipi 3:12–14
Keluarga Kristen tidak berhenti pada pengalaman iman masa lalu, tetapi terus bertumbuh dan mengejar Kristus sampai akhir, yakni hidup kita makin seturut dengan kehendak-Nya. Terus maju sebab kita belum selesai, masih ada perjalanan iman yang akan kita jalani bersama Tuhan. Pada akhirnya suatu hari nanti rumah akan kita tinggalkan. Jabatan akan kita tinggalkan. Harta akan kita tinggalkan. Prestasi akan berlalu tetapi ada satu warisan yang sangat berharga: Iman kepada Kristus. Oleh karenanya, ukuran keberhasilan sebuah keluarga Kristen bukan hanya seberapa tinggi keluarga itu mencapai sesuatu, tetapi seberapa setia keluarga itu berjalan bersama Kristus sampai garis akhir. Selamat membangun kehidupan keluarga yang beriman, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus sebab kita terus mengejar agar hidup makin seturut Kristus. Tuhan Memberkati
Pdt. Kristina Simaremare
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
Keluarga yang Mengejar Kristus
Memainkan Peran yang Baru
Sang Konduktor

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
