
Renungan Minggu GKI Samanhudi
Berjalan Tanpa Kepastian
Kita semua ingin hidup terasa pasti dan aman. Kita merencanakan masa depan, menjaga kesehatan, dan menata keuangan supaya hati lebih tenang. Namun sering kali hidup membawa kita berjalan tanpa banyak kepastian.
Belakangan ini kita sering mendengar berita tentang perubahan kebijakan ekonomi dan gejolak pasar yang membuat banyak orang gelisah. Negara-negara berusaha menciptakan kepastian melalui berbagai kesepakatan ekonomi supaya perdagangan lebih terjamin dan masa depan usaha terasa lebih jelas. Namun keputusan yang diharapkan memberi kepastian pun dapat berubah kembali dalam waktu singkat karena putusan hukum atau kebijakan yang bergeser. Angka-angka naik turun dan masa depan terasa lebih sulit diperkirakan. Pengalaman seperti ini mengingatkan kita bahwa manusia selalu berusaha menciptakan kepastian, tetapi kepastian dunia tidak pernah benar-benar kokoh.
Dalam hidup pribadi pun kita melakukan hal yang sama. Kita mencari kepastian melalui banyak cara: pemeriksaan kesehatan, tabungan, asuransi, dan rencana masa depan. Kita merasa lebih tenang jika hasil pemeriksaan baik atau keadaan keuangan cukup. Kita ingin semuanya terasa aman. Namun pengalaman hidup sering mengajar kita bahwa tidak semua dapat kita pastikan. Hasil bisa berubah dan keadaan bisa berubah.
Memasuki Minggu-minggu Pra-Paskah, firman Tuhan mengajak kita melihat kembali dasar kehidupan iman kita. Pra-Paskah adalah waktu untuk menata hati dan belajar berjalan bersama Tuhan, juga ketika kita tidak memiliki banyak kepastian. Pada masa inilah kita diingatkan bahwa hidup orang percaya bukan bergantung pada keadaan yang pasti, melainkan pada Tuhan yang setia.
Kejadian 12 menceritakan panggilan Tuhan kepada Abraham: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu… ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Kalimat itu sederhana, tetapi berat. Abraham diminta meninggalkan tanah kelahirannya, dari keadaan yang mapan, untuk berjalan tanpa mengetahui tujuan akhirnya. Tidak ada jaminan ekonomi atau kepastian masa depan. Yang ada hanya janji Tuhan. Abraham tentu juga manusia seperti kita yang ingin kepastian. Namun ia belajar bahwa hidup bukan bergantung pada apa yang kelihatan, melainkan pada Tuhan yang memanggilnya. Ia berjalan bukan karena ia mengetahui segalanya, tetapi karena ia percaya. Di sinilah iman mulai bertumbuh: ketika manusia berani melepaskan kemelekatan pada rasa aman yang kelihatan dan belajar bersandar pada janji Tuhan.
Pengalaman Abraham sejalan dengan kesaksian pemazmur yang mengatakan bahwa pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan
langit dan bumi. Tuhanlah yang menjaga langkah kita dan memelihara perjalanan hidup kita. Kepastian sejati bukan terletak pada keadaan yang selalu stabil, tetapi pada Tuhan yang tidak berubah. Rasul Paulus mengingatkan bahwa Abraham diterima Allah karena imannya, bukan karena usahanya sendiri. Ia percaya kepada janji Allah bahkan ketika masa depan belum terlihat. Bahkan Nikodemus pun diajar Yesus bahwa hidup baru tidak lahir dari kepastian manusia, melainkan dari karya Roh Allah yang bekerja dengan cara yang sering tidak kita pahami.
Memulai minggu yang baru ini, firman Tuhan mengajak kita berjalan dengan hati yang lebih tenang. Kita boleh merencanakan hidup dengan bijaksana dan berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi kita diingatkan bahwa kepastian hidup tidak pernah sepenuhnya berada di tangan kita.
Kadang yang Tuhan minta dari kita bukanlah menggenggam hidup lebih erat, melainkan menyerahkannya lebih dalam kepada-Nya. Abraham berjalan tanpa mengetahui akhir ceritanya, tetapi ia tidak berjalan sendirian. Tuhan berjalan bersamanya. Begitu pula kita. Kepastian dunia bisa berubah, tetapi Tuhan yang menjaga perjalanan kita tidak pernah berubah. Kita belum mengetahui seluruh jalan yang akan kita lalui, tetapi Tuhan akan menuntun langkah kita sedikit demi sedikit. Dan itulah kepastian yang kita pegang ketika kita memasuki Minggu Pra-Paskah dan melangkah ke dalam minggu yang baru.
Bapak Ruddy Koesnadi
Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya
Berjalan Tanpa Kepastian
Sejauh Timur dari Barat
Karena Cinta

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com
PERSEMBAHAN

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi
BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA
Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
