Renungan Minggu GKI Samanhudi Allah Memulai Perkara Besar Dari Perkara Kecil

Renungan Minggu GKI Samanhudi

Allah Memulai Perkara Besar Dari Perkara Kecil

Di sebuah desa sunyi di pegunungan Yudea, dua perempuan saling berjumpa: Maria yang mengandung Yesus, dan Elisabet yang mengandung Yohanes pada usia senja. Tidak ada upacara, tidak ada sorotan lampu. Hanya sapaan hangat antara dua perempuan sederhana. Namun dari perjumpaan kecil itu, sesuatu yang besar mulai bergerak. Janin dalam rahim Elisabet melonjak kegirangan, dan hati Maria meluap dalam pujian Magnificat yang bergema sampai hari ini.

Betapa pelan cara Allah bekerja. Betapa sunyi awal mula karya keselamatan itu. Tidak dimulai dari istana atau pusat kekuasaan, bukan lewat tokoh besar atau peristiwa megah. Allah memilih ruang kecil, rahim kecil, dan perjumpaan kecil. Dunia mungkin melewatkannya, tetapi bagi Allah, di sanalah perkara besar dimulai. Kita sering lupa pola itu. Kita ingin melihat Tuhan bekerja lewat hal yang spektakuler: pintu besar yang terbuka, perubahan besar yang segera terasa, tanda besar yang mudah diukur. Kita ingin bukti yang terlihat jelas.

Namun Adven mengingatkan bahwa Allah kerap menanam benih kecil di tanah hati tanpa kita sadari, seperti tunas yang tumbuh diam-diam di malam hari. Maria belum melihat keseluruhan rencana Allah. Ia hanya membawa bayi Yesus dalam keheningan. Elisabet pun tidak tahu masa depan Yohanes. Namun keduanya merayakan hal kecil yang sedang tumbuh, sambil percaya bahwa rencana Allah tidak akan menyesatkan langkah mereka.

Tuhan juga sering memakai orang biasa untuk melakukan hal sederhana yang berdampak besar. Ada seorang guru yang bertahun-tahun mengajar dengan sarana minim dan kemampuan pas-pasan. Suatu hari, seorang mantan murid menulis surat: “Bu, dulu Ibu bilang setiap anak punya kelebihan, sekalipun miskin. Kata-kata Ibu membuat saya berani bermimpi. Bu, sekarang saya sudah menjadi dokter. Terima kasih.” Sang guru menangis haru. Ia tidak menyangka bahwa kalimat sederhana yang diucapkannya bertahun-tahun lalu dipakai Tuhan untuk mengubah masa depan seseorang. Dari hal kecil, lahirlah pengharapan besar.

Begitulah cara Allah bekerja: melalui kata yang menguatkan, melalui langkah kecil, melalui keputusan sederhana yang diambil dalam diam. Dari perkara yang tampaknya remeh, Tuhan dapat menumbuhkan

sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Saat kita menyalakan lilin Adven keempat—lilin kasih—ingatlah bahwa kasih Allah tidak hanya turun lewat hal besar, tetapi juga lewat tindakan kecil yang kita jalani dengan tulus. Jangan meremehkan hal-hal kecil. Melaluinya, Allah sedang memulai karya besar-Nya.

Pdt. Juswantori Ichwan

 

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar