Syair: Regen, regen, regen allerwegen, H. J. W. Modderman, 1968,
Terjemahan: H. A. Pandopo, 1984,
Berdasarkan Kejadian 6 – 9
la = a
4 ketuk
- Hujan, hujan, tak hentinya hujan turun menderas;
empat puluh hari hujan, hujan lagi, jadi air bah. - Pohon, hewan dan semua orang mati tenggelam;
dalam banjir ini gunung yang tertinggi ikut terbenam - Hidup, hidup, masih ada hidup dalam air bah;
Nuh yang membawanya atas p’rintah Allah, dalam bahtera! - Bapa, ibu, anak dan menantu, hewan pun serta
hidup dalam baht’ra sampai di saatnya surut air bah - Isi baht’ra s’lamat bersejaht’ra, bumi pun kering.
Allah ikat janji: lihatlah pelangi elok berseri!