rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash

Renungan Minggu GKI Samanhudi

Memberi Dengan Kemurahan Hati

Hampir sebagian besar orang senang untuk mendapatkan barang dengan harga yang murah tapi kualitas bagus. Lalu, bagaimana jika “murah” dikaitkan dengan hati kita. Apakah kita juga senang menjadi pribadi yang murah hati? Apakah kita senang memberi pada orang lain dengan sukacita?

Ada yang berpikir untuk keperluan sendiri saja kurang, masih harus bekerja keras dari pagi hingga malam. Kehidupan sendiri saja belum cukup, masih ada kebutuhan-kebutuhan yang harus segera dicukupi. Bagaimana kita memberi pada orang lain? Sejatinya Tuhan telah begitu memberkati dan memelihara kehidupan kita. Tuhan telah menyediakan apa yang kita butuhkan supaya kita hidup. Jadi semestinya hidup kita dipenuhi syukur kepada Tuhan. Salah satu cara yang dapat kita lakukan ketika mensyukuri apa yang telah kita terima dari Tuhan adalah dengan menjadi pribadi yang murah hati. Kita tidak selalu menengadahkan tangan ke atas tapi juga menelungkupkan tangan ke bawah. Artinya tidak selalu kita meminta berkat dari Tuhan tetapi kita juga mau untuk berbagi. Amsal 3:27-28 berkata : “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi”. Persoalan dalam kesediaan memberi dengan kemurahan hati bukanlah mampu atau tidak mampu memberi tetapi apakah kita mau memberi.

Matius 14: 13-21 menceritakan tentang mujizat yang Tuhan lakukan. Dengan lima roti dan dua ikan Tuhan dapat memberi makan lima ribu orang lebih karena disebutkan lima ribu laki-laki tidak termsuk perempuan dan anak-anak. Jika kita juga membaca kisah yang sama dari Yohanes 6:1-13 disebutkan bahwa lima roti dan dua ikan tersebut diberikan oleh seorang anak. Ia memberi dengan rela hati. Ia tidak menjadi egois dengan apa yang dimilikinya. Ia memberi dari apa yang dimilikinya yakni lima roti dan dua ikan.

Bukan dalam jumlah yang banyak dan bukan pula harga atau nilai yang tinggi. Namun demikian Tuhan memakainya menjadi berkat yang luar biasa. Dari jumlah yang sedikit tersebut Tuhan dapat mengenyangkan lebih dari lima ribu orang bahkan ada sisa 12 bakul. Kita tahu sekarang bahwa ketika kita memberi bukan jumlah yang dilihat tetapi bagaimana ketulusan hati kita. Seberapapun yang kita berikan, Tuhan akan memberkatinya hingga menjadi suatu pemberian yang baik. Memberi juga tidak selalu materi. Adapula yang membutuhkan dukungan emosional, membutuhkan teman atau pikiran, ide-ide kita untuk mencari solusi atau jalan keluar dari pergumulan yang sedang dihadapinya. Ketika ada anggota keluarga, teman kita atau siapa saja orang-orang di sekitar kita yang datang dengan segala keluhan atau menceritakan pergumulannya. Mari dengan kemurahan hati kita mau menyediakan waktu kita baginya, memberikan tenaga dan pikiran kita baginya. Dengan sabar dan kasih kita mau menjadi sahabat bagi mereka yang datang pada kita yang membutuhkan pertolongan.

Mari kita belajar untuk tidak hanya suka ketika mendapatkan sesuatu dengan murah tetapi kita juga mau memiliki kemurahan hati dalam memberi apa yang kita miliki pada orang lain. Percayalah ketika kita mau memberi baik berupa materi atau waktu, tenaga, perasaan dan pikiran dengan sukacita kita tidak akan menjadi kekurangan. Tuhan Memberkati kita. Amin

Pdt. Kristina Simaremare

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar