Ilustrasi seorang yang duduk di jembatan di bibir pantai saat hujan turun

Renungan Minggu GKI Samanhudi

Ketika Penantian Menjadi Ruang Pembentukan

Terjebak macet adalah pengalaman biasa setiap kali saya menuju pusat kota Jakarta di pagi hari. Meski berangkat saat langit masih biru pucat, gelombang kendaraan sudah memenuhi jalan. Kita berhenti di tengah lautan mobil yang tak bergerak. Klakson bersahutan. Jam terus berputar, tetapi barisan kendaraan tetap beku. Mobil maju sedikit, lalu berhenti lagi. Rasanya melelahkan; terjebak dalam penantian yang tak jelas akhirya. Hidup sering seperti itu. Kita terjebak dalam penantian panjang. Ada yang menunggu hasil medis dengan cemas, menunggu investasinya berbuah, atau menunggu kabar baik yang tak kunjung tiba. Pada saat seperti itu, suara Tuhan dalam Yesaya 40 terdengar seperti oase: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku.” Itu tanda bahwa Tuhan peduli pada orang yang merasa hidupnya “macet.” Israel pernah berada di tempat itu: terjebak dalam pembuangan selama satu generasi.

Namun suara penghiburan Tuhan menegaskan bahwa Ia belum pergi. Janji-Nya justru semakin mendekat. Hanya saja, umat perlu menata hati untuk menyambut-Nya. Yesaya menggambarkannya sebagai pekerjaan “menyiapkan jalan.” Pertama, meratakan gunung: merendahkan kesombongan yang ingin mengatur waktu Tuhan. Kedua, menutup lembah: membiarkan Tuhan menutup ruang keputusasaan agar harapan kembali bersemi. Ketiga, meluruskan yang berlekak-lekuk: menata ulang langkah, sebab dalam penantian kita mudah kehilangan arah. Saat hati direnovasi, penantian berubah menjadi proses pembentukan. Kita tidak lagi merasa terjebak, tetapi sedang dibawa maju selangkah demi selangkah. Kembali ke soal macet: saya sudah lama menemukan satu “jalan keluar”. 

Setiap kali terjebak, saya mendengarkan audiobook, entah versi audio dari buku atau materi kuliah The Great Courses. Semakin lama macetnya, semakin banyak saya belajar. Mobil berubah menjadi ruang “baca”; kemacetan menjadi kesempatan. Adven mengingatkan bahwa penantian bukan kehampaan. Penantian adalah ruang di mana Tuhan menata langkah kita. Sering kali justru di tengah kemacetan hidup, Tuhan menghembuskan angin segar!

Pdt. Juswantori Ichwan

Renungan Minggu GKI Samanhudi lainnya

logo_hitam_gki_samanhudi

Jl. H. Samanhudi No. 28, Jakarta 10710
021 – 344.8780
021 – 384.4553 / 344.8779 – 1
021 – 380.3229
gkisamanhudi.sekretariat@gmail.com
gkisamanhudi.bag.umum@gmail.com

PERSEMBAHAN
qris-gki-samanhudi

Bank Mandiri
119-0002011714
Cabang Krekot a.n GKI Jabar Samanhudi

BCA
001.303.3398
Cabang Asemka a.n GKI Jabar
Atau Scan QR code untuk M-Banking BCA

Persembahan untuk pembangunan gedung
BCA
001.303.6761
Cabang Asemka a.n GKI Jabar