
Setiap orang pada umumnya tidak senang untuk “diatur-atur”. Setiap aturan yang dibuat pada dasarnya tentu dibuat untuk kebaikan orang. Setiap aturan yang ada dibuat supaya kehidupan orang menjadi lebih baik, teratur, dan untuk keselamatan bersama. Namun, apa yang sering kali terjadi? Ada orang-orang yang senang untuk melanggar aturan, misalkan dalam hal berlalu-lintas. Orang sering melanggar aturan, dengan alasan praktis dan menghemat waktu tempuh. Ada juga orang yang taat pada aturan, namun melakukan ketaatan dengan karena ada polisi atau karena adanya CCTV.
Dalam Alkitab ada begitu banyak aturan. Salah satu aturan dalam Alkitab adalah mengenai hari aturan mengenai hari Sabat. Hari Sabat adalah hari perhentian di mana Allah beristirahat setelah menciptakan alam semesta ciptaan-Nya. “Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” (Keluaran 31:16-17) dan Musa memberikan alasan mengapa Sabat diberikan kepada bangsa Israel, “Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat” (Ulangan 5:15). Dan dalam Keluaran 20:8-11, ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Sabat dalam tradisi Yahudi diperingati di hari Sabtu. Hari Sabtu berasal dari kata Sabat. Ada begitu banyak aturan detail yang harus ditaati dalam hari Sabat tersebut. Namun ketika Yesus bangkit di hari Minggu, maka pengikut Kristus kemudian mulai memperingati Sabat di hari Minggu. Setiap hari Minggu, hari untuk beribadah adalah hari untuk mengenang akan hari di mana Yesus bangkit. Mungkin kita dapat bertanya: Apakah arturan hari Sabat masih relevan dengan kita di zaman sekarang? Apakah hari Sabat harus diperingati di hari Sabat atau Minggu? Mengapa Sabat berubah dari hari Sabtu ke hari Minggu? Mengapa orang Kristen saat ini tidak merayakan Sabat di hari Sabtu?
Sabat adalah hari untuk refleksi tentang keseimbangan hidup secara rohani. Kendaraan saja perlu service berkala ke bengkel, apalagi kita manusia pun membutuhkan rekoneksi dan “tune up” dengan Tuhan. Supaya kehidupan kita tetap dalam keadaan yang seimbang dan segar secara rohani dan ragawi, maka marilah kita memperingati hari Sabat.
Pdt. Peter Abet Nego