
Kerinduan terbesar umat beriman adalah hidup taat kepada Tuhan. Taat adalah “Tanda Aku Anak Tuhan”. Namun sering kali kita mengalami kegagalan dalam mewujudkannya, seperti kata pepatah, “Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai”. Demikianlah kita, sejatinya ingin hidup taat tetapi apa daya kemampuan kita begitu terbatas.
Sesungguhnya untuk taat kepada Tuhan kita tidak dapat mengandalkan kemampuan kita yang terbatas. Kita membutuhkan kekuatan atau energi yang besar, yang hanya didapatkan jika kita memiliki kasih atau cinta. Artinya, kesanggupannya kita untuk taat kepada Tuhan dan menuruti perintah-Nya hanya dimungkinkan bila kita memiliki kasih akan Tuhan.
Desmond Doss yang kisah hidupnya diangkat ke layar lebar dalam film berjudul Hacksaw Ridge memberikan inspirasi tentang bagaimana kekuatan atau energi yang berasal dari cinta kepada Tuhan memampukan seseorang mewujudkan ketaatan kepada Tuhan walau harus menghadapi risiko dan konsekuensi yang berat. Desmond Doss memperlihatkan secara nyata bahwa dalam cinta kepada Tuhan tidak ada yang berat.
Cinta kuat seperti maut, demikian dikatakan dalam kitab Kidung Agung. Kekuatan cinta juga digambarkan lewat syair yang indah oleh Jalaludin Rumi, penyair sufi legendaris Persia. Cinta dapat mengubah segala sesuatu yang buruk menjadi baik, yang pahit menjadi manis, dan memberikan daya kekuatan yang sangat besar, yang memampukan kita melakukan segala sesuatu. Energi atau kekuatan cinta kepada Tuhan inilah yang kita butuhkan untuk dapat hidup dalam ketaatan kepada-Nya dan melakukan segala perintah-Nya.
Kekuatan cinta itu jugalah yang telah kita lihat dalam diri Yesus yang sanggup menjalankan dan mewujudkan misi penyelamatan dunia, walau harus membayarnya dengan penderitaan, kesengsaraan, dan kematian. Kasih kepada Bapa-Nya dan kasih kepada manusia memampukan Yesus taat bahkan taat sampai mati di kayu salib.
Yesus tahu kita lemah dan membutuhkan kekuatan atau energi kasih-Nya yang menolong kita mewujudkan ketaatan kepada-Nya. Karena itu Yesus memberikannya kepada kita. Ia memberikan Roh-Nya kepada kita untuk menyertai dan tinggal di dalam kita. Oleh Roh itu kekuatan dan energi yang maha besar dari kasih ada dan menolong kita mewujudkan hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan.
Satu hal yang penting dalam hal ketaatan, Yesus berkata “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15). Dibutuhkan ketaatan yang bukan didasari oleh rasa takut, bukan pula karena mengharapkan upah, atau berkat karena sesungguhnya kita telah lebih dahulu diberkati Tuhan, tetapi karena kasih. Ketaatan karena kasih adalah dasar ketaatan yang sejati kepada Tuhan.
Dalam Masa Prapaskah ini kita semua diajak untuk bisa berproses dalam ketaatan penuh kepada Tuhan. Biarlah kesediaan untuk melakukan disiplin rohani (Bersedekah, Berdoa, Berpuasa disertai Berpantang) menolong kita melatih dan mempraktikkan ketaatan yang akan memberikan pertumbuhan.
Pdt. Frida Situmorang